KREN -MCAS Akan Kembangkan Riset & IoT

0
81

Jakarta, KomiTe – PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) dan anak usahanya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), berencana untuk berinvestasi di PT Sistem Mikroelektronik Cerdas Co-Design (SMC). Keputusan ini didasari oleh kekuatan inti yang dimiliki SMC di bidang kemajuan teknologi serta akses pasar untuk menggapai lebih dari 60 juta konsumen potensial di seluruh Indonesia.

Investasi yang dilakukan oleh KREN dan MCAS, masing-masing sebesar 20% dan 30%, merupakan suatu langkah strategis di awal tahun 2018 untuk memperkuat posisi masing-masing perusahaan, sebagai leading digital business integrator dan digital distribution champion di Indonesia.

“Kami percaya bahwa investasi ini tidak hanya menguntungkan MCAS tapi juga masyarakat Indonesia, karena mereka akan merasakan manfaat dari pengalaman gaya hidup digital yang praktis,” ungkap Martin Suharlie, Direktur Utama MCAS, dalam siaran pers (30/1), di Jakarta. Selama ini SMC, bergerak di bidang pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi (ICT), Media dan Mikroelektronik, telah menyediakan berbagai solusi untuk program-program Smart House, Smart City, dan ‘Power Management SCADA’ di Indonesia sejak 1999.

Program Smart City SMC merupakan aplikasi berbasis regional dengan multi layanan ICT yang terintegrasi sebagai basis pengembangannya. Sementara program SCADA Power Management SMC merupakan solusi berbasis teknologi dengan menggunakan Advanced Metering Infrastructure (AMI) yang mampu menyediakan laporan penggunaan energi secara real time. SMC juga telah mengerjakan berbagai proyek prepaid energy metering (KWh Meter) dan proyek vending system token generator.

Beberapa di antaranya adalah: Apartemen Beverly Dago, Apartemen Dago Suite, Apartemen Sudirman Suite, Apartemen Sanggar Hurip, Asrama Universitas Telkom dan Asrama ITB Jatinangor di Bandung, Jawa Barat, Kubikahomy BSD di Serpong, Jawa Barat, Apartemen Aeropolis, Apartemen Skylounge dan Apartemen PU Bintaro di Jakarta, Apartemen Student Castle di Yogyakarta, dan Apartemen Lagoon Tamansari di Manado, Sulawesi Utara.

SMC juga telah menjadi rekanan dari Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung selama kurang lebih 10 tahun, melalui program Riset Unggulan Strategis Nasional Teknologi Informasi dan Mikroelektronika (RUSNAS TIME). Pada 2011, Perseroan bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengembangkan Digital Power Meter dan Prepaid Electricity Meter. Tahap pertama dari proyek ini telah diimplementasikan di 700.000 pelanggan di seluruh Indonesia. SMC juga telah berhasil melakukan pengembangan atas Smart Technology melalui suatu pilot project bernama ‘Meter Listrik Pintar Komunikasi Dua Arah’ (juga dikenal dengan nama MELINDA), yang saat ini telah dijalankan di 764 lokasi.

Surjandy Jahja, Managing Director KREN mengatakan, investasi ini tidak hanya menghadirkan peluang bagi MCAS, namun juga bagi KREN untuk mengembangkan sinergi antar perusahaan di dalam portofolio yang dimilikinya. Melalui SMC, KREN dapat memperbesar dampak dari pengalaman gaya hidup digital yang tengah diciptakannya.

Hingga Agustus 2017 lalu, jumlah pelanggan PLN dilaporkan telah mencapai angka 66.6 juta, di mana 60% di antaranya adalah pelanggan prabayar. Ini merupakan pasar yang sangat besar bagi teknologi SMC. Integrasi produk SMC dengan platform pembayaran digital KREN akan meningkatkan daya tarik bisnis KREN, dan secara bersamaan hal ini juga akan menciptakan suatu fitur unik dan berbeda bagi SMC di mata para pelanggannya. Salah satu contohnya adalah seamless payment protocol melalui platform pembayaran digital yang dimiliki oleh KREN. “Ke depannya, kami percaya bahwa teknologi yang dimiliki oleh SMC akan membantu KREN dalam menciptakan sinergi di dalam seluruh ekosistemnya, yang pada akhirnya akan memperkuat posisi KREN sebagai lokomotif transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kastam Astami, Pendiri dan Komisaris SMC serta Penasihat dan Mantan Kepala Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung, menyatakan, SMC telah berhasil mengembangkan teknologi Power Management yang luar biasa, yang telah diproduksi dan diimplementasikan secara masif oleh PLN sejak tahun 1999. Pada tahun 2012, pihaknya memulai pengintegrasian teknologi ini di dalam programSmart House and Building di Bandung, Jawa Barat. Sejak itu, SMC membuka kesempatan bermitra dengan klien-klien yang ingin mengembangkan sebuah ekosistem berbasis Internet of Things (IoT) dalam bisnis mereka. (red)