APJII: 2017 Penetrasi Pengguna Internet Capai 143 juta

0
390

Jakarta, KomITe- Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memaparkan hasil survei mengenai Penetrasi & Perilaku Pengguna Internet Indonesia tahun 2017.Dari data yang dirilis terlihat bahwa Penetrasi pengguna internet 2017 mencapai 54,68% atau sekitar 143,26 juta. Jumlah ini meningkat dari 132,7 juta jiwa pada tahun 2016.

Sekjen APJII, Henri Kasyfi mengatakan, dari grafik yang ditunjukkan lonjakan dari 2016 ke 2017 diakuinya memang tidak terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan sudah banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan internet khususnya untuk kaum urban. “Dari grafik 2016 ke 2017 tidak terlalu besar karena penggunaan internet sudah tinggi di kota-kota besar,” katanya di Jakarta, (19/2).

Lebih jauh dikatakan Henry, metodologi yang dipakai adalah Multi-Stage Cluster Sampling dengan 2.500 jumlah responden. Sementara margin of error 1,96% dan level of confidence 95 persen. Sampling ini diambil dari enam wilayah berbeda, yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali Nusa, Maluku, dan Papua. Jumlah sampling sendiri meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya menggunakan sample dari 1.200 responden.

Pengguna internet terbesar masih didominasi penduduk di Pulau Jawa sekitar 57,70 %. Diikuti oleh Sumatera yang mengalami adopsi internet sebesar 47,29 %. Wilayah yang paling sedikit mengalami penetrasi internet berada di Maluku-Papua dengan presentase 41,98 %. Sementara itu, penetrasi internet di wilayah urban sudah mencapai 72,41 % sementara di wilayah urban-rural (wilayah tier kedua) hampir mencapai setengah populasi yakni 49,49 %. Namun di wilayah rural masih lebih kecil yakni 48,25 %.

Berdasarkan jenis kelamin, komposisi pengguna internet di Indonesia adalah 51,43%  laki-laki dan 48,57% perempuan. Adapun berdasarkan usia, sebanyak 16,68%  pengguna berusia 13-18 tahun dan 49,52 % berusia 19-34 tahun. Sementara itu, persentase pengguna internet berusia 35-54 tahun mencapai 29,55 %. Pengguna internet berusia 54 tahun ke atas mencapai 4,24%.

Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, sebanyak 88 persen pengguna internet di Indonesia merupakan lulusan S2 atau S3, kemudian 79,23% merupakan lulusan sarjana atau diploma. Pengguna internet yang merupakan lulusan SMA atau sederajat mencapai 70,54%. Adapun pengguna internet lulusan SMP atau sederajat mencapai 48,53% dan lulusan SD atau sederajat mencapai 25,10%.Sementara itu, pengguna internet yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali mencapai 5,45%.

APJII mengkategorikan karakter area berdasarkan besaran GDP di suatu daerah. Wilayah Urban merupakan daerah administratif yang sebagian besar GDP berasal dari sektor non-pertanian. Sementara rural-urban merupakan wilayah administratif yang besar GDP seimbang bersal dari sektor pertanian dan non pertanian. Sedangkan wilayah rural adalah wilayah administratif yang sebagian besar GDP berasal dari sektor pertanian.

“Dalam survei tahun lalu, APJII memang mengkategorikan enam pulau yang disurveinya menjadi tiga karakter wilayah yakni rural (daerah terpencil), urban rural (kotatamadya dan kabupaten) dan urban (ibu kota provinsi),” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum APJII, Jamallul Izza menambahkan bahwa jumlah pengguna internet pada tahun 2017 tersebut mencakup 54,68 % dari total populasi Indonesia yang mencapai 262 juta orang. Disebutkan,  Palapa Ring akan meningkatkan penetrasi internet 65-70 persen di Indonesia per 2019. Satelit internet itu sendiri baru akan direalisasikan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2020.

Sedangkan M. Andy Zaky, CEO Teknopreneur mengatakan, tren yang terjadi berdasarkan peningkatan pengguna internet dari tahun ke tahun memang rata-rata di angka sekitar itu.Namun, bila ingin mendongkrak lebih eksponensial lagi pertumbuhannya, kuncinya ada pada wilayah Urban-Rural dan Rural. (red)