Menkominfo Apresiasi Program Pelatihan ICT SmartGen

0
139

Jakarta, Itech – Momentum puncak Bonus Demografi Indonesia pada Tahun 2030 menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terdepan di dunia. Kementerian Kominfo bersama stakeholders lainnya terus menyiapkan talenta bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang akan mampu menggerakkan roda perekonomian digital Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi kontribusi dan komitmen Huawei memberikan pendidikan vokasi kepada 1000 murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Program Pelatihan ICT ‘SmartGen’. “Dengan kerjasama training ICT pada sekolah vokasi ini saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Huawei untuk masyarakat Indonesia. Saya menyambut baik kerjasama Huawai dengan dunia pendidikan Indonesia,” tuturnya saat memberikan sambutan dalam Penandatangan MoU “SmartGen’ Alignments Vocational Schools (SMK) to Job Ready di Jakarta Kamis (22/3).

Menteri Kominfo mengungkap sebelumnya ia terus menekankan kepada Huawei bahwa kehadirannya di Indonesia tidak hanya untuk berbisnis melainkan dapat memberikan nilai tambah untuk negeri ini. Menurutnya, sumber daya manusia perlu disiapkan sedini mungkin demi menghadapi perubahan bisnis proses dalam semua bidang. “Indonesia pada 2030 Indonesia akan berada di puncak bonus demografi artinya orang Indonesia yang berusia produktif itu dua kali lebih banyak dari usia non-produktif. Adik-adik usia berapa? 19 tahun. Itu usia yang paling produktif tahun 2030,”

Mengutip beberapa prediksi lembaga keuangan global, Menteri Rudiantara menyatakan pada Tahun 2030 perekonomian Indonesia akan bernilai sama dengan jumlah total perekonomian negara se-ASEAN. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo sangat mendukung langkah Huawei sebagai salah satu perusahaan global penyedia jasa ICT di Indonesia untuk membuka kelas pelatihan ICT kepada 1000 Murid Sekolah Vokasi (SMK) ‘SmartGen’. “Tahun 2050, perekonomian dunia nomor 1 akan China, nomor 2 India, nomor 3 Amerika dan indonesia no 4. Namun pada tahun 2030, perekonomian Indonesia menjadi nomor 5 dunia. Ini masa depan masih perhitungan sementara, artinya kalau sumber daya manusia kita tidak diperbaiki,” jelasnya.

Sekolah Vokasi Program Pelatihan ICT ‘SmartGen’ diikuti beberapa murid SMK dari Jakarta, Bandung maupun Bekasi. Salah satu tujuan program pendidikan ini antara lain menyiapkan para murid agar siap bekerja di bidang industri selepas lulus sekolah. Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia. (red)