Blockchain Workhsop Resmi Dibuka

0
296

Jakarta, KomITe- Blockchain Workhsop  yang digelar Majalah Komite.id bersama Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) dan Micronics Group sebagai partner Rosebay Inc resmi dibuka oleh Rudi Rusdiah Ketua Umum ABDI sekaligus editor Majalah KomITE.id,   Selasa (27/3)  di lantai 6, Ruang  Telkom Digital Service, Gedung Multimedia, Jakarta.

Workhsop yang mengandegakan pembahasan teknologi blockchain ini, akan berlangsung sampai 28 April . Ada pun pengisi workshop kali ini selain Rudi Rusdiah, a antara lain Vijay Sarashetti, Chief Technical Executive (CTO) Rosebay Consulting, Rohit Kumar (CEO Rosebay Consulting) dan Lina Regmi (Business Analyst Blockchain Rosebay Consulting).

Dalam sambutan pembukaan, Rudi Rusdiah mengajak para profesional bisnis TI untuk mampu memanfaatkan teknologi blockchain yang sekarang menjadi trend (lihat majalah Komite.id edisi Jan-feb 2018) . Penggunaan teknologi blockchain nantinya dapat mempermudah banyak perusahaan di berbagai indutsri dalam mengelola database mereka, sekaligus memanfaatkan teknologi distributed Ledger. “Yang kita berikan dalam workshop ini, adalah bekal bagi institusi untuk memanfaatkan teknologi blockchain di perusahaan masing-masing,” ungkapnya.

Menurut dia, target yang ingin dicapai, melalui workshop blockchain ini adalah  dengan mempertimbangkan semakin pentingnya Teknologi Blockchain dalam aplikasi dunia nyata. Pada intinya, Blockchain adalah platform software terkini dan disruptif untuk aset digital melalui pendekatan ledger yang terdesentralisasi (peer to peer) sehingga menciptakan rantai blok (Blockchain.red) yang terhubung satu dengan yang lainnya.

Pada kesempatan itu, peserta dari BSSN/Telkom/Kominfo mengapresiasi workshop Blockchain yang digelar ABDI bersama Komite.id dan Micronics Group dengan mengirimkan delegasinya. Menurutnya, para peserta mendapatkan maanfaat dalam memahami teknologi Blockchain yang berkembang pesat dan akan sangat baik bagi pelaku usaha untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi yang sangat unik dan disruptif ini karena dalam mengelola data sudah tidak bergantung lagi pada tradisional database server terpusat.