Kelola Infrastruktur TI Dorong Ekonomi Digital

0
132

Jakarta, KomITe- Langkah awal pemerintah Indonesia dalam mewujudkan visi tersebut ditandai dengan diterbitkannya Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik atau E-commerce Roadmap; sebuah cetak biru untuk menstimulasi transformasi negara menjadi ekonomi digital, tahun lalu.

Kebijakan E-commerce Roadmap dari pemerintah ini dirancang untuk mendukung digitalisasi ekonomi Indonesia dan menjadi acuan/ panduan bagi para pelaku industri, baik usaha kecil dan menengah (UKM), perusahaan rintisan (start-up), maupun perusahaan besar. Selain itu, cetak biru ini diharapkan mampu mendorong gagasan ekonomi negara untuk berkembang dan mentransformasi Indonesia menjadi negara digital sepenuhnya. Terkait hal ini, perusahaan-perusahaan startup seperti GoJek, Tokopedia dan Traveloka memiliki peran yang besar dalam mengubah lanskap bisnis di Indonesia, mempercepat transformasi, bahkan mampu memberikan kontribusi melebihi apa yang diharapkan konsumen digital di Indonesia.

Namun, UKM, perusahaan startup dan perusahaan besar di Indonesia dirasa masih memiliki kekurangan dalam penguasaan teknologi informasi, manajemen, keterampilan dan bahkan pengetahuan mendasar untuk sepenuhnya mewujudkan transformasi digital. Sehingga, ketika ekonomi dan permintaan pasar mengalami perubahan, pelaku usaha di Indonesia dapat tertinggal, dan berisiko kehilangan relevansi pasar dibandingkan dengan pelaku bisnis yang lebih cerdas dan tangkas (agile) dalam hal penguasaan digital.

Vice President & General Manager Asia Pacific Zoho Corporation, Gibu Mathew menpredeksi bahwa Indonesia akan menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2025. Menurut PwC Study pada 2016, lebih dari 25% UKM dan perusahaan besar di Indonesia mulai mempertimbangkan adopsi dan implementasi teknologi. “Indonesia akan bisa merealisasikan potensi sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara jika UKM dan perusahaan besar melakukan transformasi digital dan membuat para pekerjanya menjadi lebih efektif. UKM merupakan tulang punggung dari perekonomian di Indonesia. Sayangnya, hanya sembilan persen dari UKM yang cukup paham tentang teknologi untuk memanfaatkannya, ” katanya saat Media Briefing di Jakarta, (24/5).

Gibu menjelaskan, UKM di Indonesia bisa mempersiapkan diri untuk melakukan digitalisasi dengan memerhatikan apa yang terjadi di negara atau kawasan lain. Selain itu, mereka juga bisa mengunjungi berbagai acara seminar untuk mengetahui seberapa canggih teknologi yang mereka gunakan. “Dengan memerhatikan apa yang terjadi di kawasan lain, UKM di Indonesia juga akan menjadi termotivasi untuk menggunakan teknologi yang lebih canggih,” katanya.

Hal senda juga dikatakan Avinash Kagava, Manager, Corporate Marketing & Communications ManageEngine, salah satu anak perusahaan dari Zoho Corporation. Menurutnya, sekarang pemerintah juga mulai mendorong agar ada lebih banyak startup dan mendorong mereka untuk menanamkan investasi lebih banyak di bidang TIK. Ini adalah beberapa faktor yang akan membuat UKM menjadi semakin mengerti teknologi seriring dengan besarnnya sumbangan UKM yakni 90 persen dari ekonomi Indonesia

Lebih lanjut dikatakan, guna mendukung UKM, ManageEngine menawarkan produknya secara gratis atau lebih dari 40 produk yang ditawarkan ManageEngine dalam bentuk Premium. Ketika pelanggan mencoba untuk pertama kalinya, mereka akan bisa mencoba versi enterprise dengan gratis selama satu bulan. Setelah itu, jika mereka tidak mau membayar, maka layanan yang mereka gunakan akan diturunkan menjadi versi gratis dengan dukungan terbatas. Namun tidak sedikit mereka yang pada awalnya hanya menggunakan produk versi gratis dan berakhir menggunakan versi enterprise berbayar karena meningkatnya kebutuhan organisasi/perusahaan mereka.

Produk yang ManageEngine tawarkan beragam, mulai dari IT Service Management, IT Operations Management, IT Analytics, IT security, Endpoint/client Management, sampai Active Directory Management. Semua produk ini bisa Anda bisa pasang melalui situs mereka. Menariknya pelanggan juga bisa melakukan kustomisasi pada produk ManageEngine sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan lebih dari 3.000 pelanggan di seluruh dunia, ManageEngine memiliki pengalaman dalam mengelola, menyederhanakan, dan mengoptimalkan peran infrastruktur TI perusahaan.(red)