COMPUTEX 2018 : Event Akbar 3 Dekade Dunia ICT & Digital

0
85

Jakarta, KomiTe- Computex Taipei 2018 untuk ke 38 kalinya digelar di Taipei World Trade Center dan di Taipei Nangang Exhibition Center, dimana Rudi Rusdiah, chief editor sudah sering kali mengikutinya lebih dari 20 kali, artinya 20 tahun.

Hampir selama satu dekade terakhir Rudi dan komunitas TIK menerima  undangan khusus Pemerintah Taiwan via Taitra (Taiwan External Trade Development Council) untuk meramaikan dan mensukseskan Computex, yang kini berkembang menjadi  barometer pameran ICT didunia, setara dengan Cebit di Hanover, ITU di Geneva dan CES di LasVegas, dahulu Comdex/Fall. Misalnya Intel AS merayakan 50 tahun pada hari pertama Computex dengan keynote speaker Gregory Bryant, SVP Client Computing, Intel Corp.

Intel memang peserta setia Computex dari awal selama 38 tahun, sejak lahirnya IBM PC (1981) dan munculnya industri PC Kompatibel (PC Jangkrik) beberapa tahun kemudian oleh ratusan SME Taiwan, mulainya industri komputer didunia bersama cikal bakalnya Computex Taipei, “a story of transformation that didnot happen overnight”,  ujar CF Wang, chairman Taitra. Hingga kini berkembang menjadi PC handal merek Top dunia dari notebook, desktop, workstation, server didata center produksi perusahaan Taiwan seperti Foxconn dan lainnya berawal dari industri tukang jahit PC Jangkrik 1981, 38 tahun yang lalu.

Computex Taipei di gelar oleh Taitra, mewakili pemerintah Taiwan dan TCA (Taiwan Computer Association) mewakili industry IT, menjadi pameran tertua dan terbesar untuk industri PC dan peripheralnya, yang sekarang bertransformasi digital menjadi pameran  industri  Cyber, Clouds, Big Data, Block Chain, IOT, AI, 5G, Autonomous Vehicle, ML, kini menjadi disruptor perusahaan teknologi kelas dunia. Jadi Computex telah bertransformasi dari pameran IT semata menjadi pameran disruptor teknologi berbasis Digital, Data driven dan Cyber.  Data Analytics, AI dan IOT digelar dalam dua track seminar utama,  dengan keynote dari pemain top dunia seperti Intel, Amazon, ARM, Microsoft, Asus, Ericsson, Delta, Advantech dll. Sejak tahun lalu AI, Industry 4.0, IoT dibawakan pemain antara lain Appier, Foxconn, Nvidia.

Menurut data profil dari Computex show ada 41,378 pengunjung internasional dari 167 negara (2017) dan 10 negara yang mengirim delegasi terbesar antara lain: Japan, Tiongkok, AS, Korea Selatan, Hongkong, Thailand, Singapore, Vietnam, Malaysia dan India, sayang Indonesia tidak masuk dalam radar (2017). Computex berhasil mengumpulkan 1,600 pemain top hardware dan software industry dari 30 negara untuk membangun Global technology ecosystems, berpusat di Taiwan, ujar James Huang, Chairman, Taitra.

Taitra adalah bagian dari Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taipei Economic and Trade Office) di Jakarta, yang merupakan perwakilan Republik Tiongkok (Taiwan) di Indonesia dan berfungsi juga sebagai kedutaan besar de facto, karena tidak adanya hubungan diplomatik antara RI dan Taipei, mengingat RI mengakui satu China policy, yaitu Republik Rakyat Tiongkok atau Mainland China. Misi Taitra adalah meningkatkan ekonomi Taiwan yang kini sangat tergantung dari ekspor Taiwan yang sudah menjadi kelas dunia untuk beberapa sektor industri antara lain komputer dan  peripheral PC, sepeda dan elektronik, yang terus dikejar oleh pesaing dari Tiongkok, Korea dan Hongkong. Taitra juga harus bekerja keras mempertahankan dominasi dan leadership Taiwan terutama untuk teknologi periperal dari Telematika didunia melalui pameran yang terbesar, seperti Computex dan Taitronix setiap tahunnya.

AI Transformation pada Social Media

Pada opening speech Computex 2018, Wakil Presiden Taiwan, Chen Chienjen mengatakan Pemerintah Taiwan menggelontorkan NT$ 16 milyar (Rp 8 Triliun) selama 5 tahun kedepan untuk membangun infrasturktur riset AI, Big Data dan Clouds untuk mendapatkan talen mendorong industri TIK dan semikonduktor nasional.

Seminar khusus Computex Forum mengambil tema IOT-AI digelar sejak tahun lalu menghadirkan pembicara kelas dunia Nvidia, Google, National Taiwan Univ (NTU), Arms dll. Rene Haas, presiden dari ARM, pabrikan chip raksasa, bicara mengenai Humanizing AI, memanfaatkan AI untuk masalah kemanusian dibidang kesehatan, rumah sakit, monitor pasien, dan riset kanker. Daniel Tse, Google Product Manager berbicara mengenai aplikasi dihampir semua lini kehidupan dengan tools yand didevelop google seperti Google Translate yang dapat memproses ‘text’ ,‘gambar visual’, gambar video di Youtube, analisa dengan Google Photo, Gmail, Google Map geo location analytics.

Advantech bicara beyond connecting human, tapi juga connecting everything,  miliaran gadget dan benda. Dr Tau Leng, SVP Supermicro bicara mengenai etika dan ancaman penggunaan AI, ML (Machine Learning) dan Robotics agar diperhatikan oleh industry agar kemajuan teknologi data analytics dan AI tidak menjadi  ancaman namun opportunity bagi umat manusia.

Di hari Kedua, Hakan Cervell Presiden dari Ericsson Taiwan fokus pada 5G untuk menopang industri IoT dan komunikasi antar mesin (M2M) dan manusia, dimana reliability menjadi kunci utama, apalagi jika sudah memanfaatkan autonomous vechile (mobil tanpa awak) untuk menghindari kecelakaan karena gangguan komunikasi dan ancaman Cyber. 5G menjadi keniscayaan apabila implementasi Autonomous Devices. Cathey Presiden Asia Pacific Qualcomm Technology menambahkan bahwa 5G akan muncul akhir 2018 yang kini didominasi oleh LTE (4G) dan 4G masih akan terus digunakan komplemen dengan makin banyaknya penggunaan 5G untuk aplikasi yang tidak mungkin dapat dilakukan dengan 4G seperti yang dikatakan Cervel tentang 5G.

Menurut Nitin Gaur, Direktur IBM Blockchain Labs block chain berawal dari transfer uang cross border dan trust yang menjadi goal dari berbagai aplikasi block chain, karena perkembangan P2P di Internet yang menghilangkan intermediatery dan kecepatan, dimana block chain menjadi keniscayaan. Saat dunia berevolusi menuju next generation dan global ekonomi , masalah klasiknya adalah trust dan transparansi serta kecepatan bertransaksi, disini block chain dengan “Time” dan “Trust” akan terus berkembang dan menjadi platform cross industry dan aplikasi.

Best Choice  dan Golden Year Awards

Ajang perhelatan Computex menjadi tradisi memberikan apresiasi bagi enterprise yang berhasil memberikan kontribusi nyata bagi industri TIK, bukan saja level di level Taiwan, tapi juga tataran dunia, mengingat Taiwan sudah menjadi supply chain peralatan TIK dunia sejak beberapa dekade terakhir. Awards diserahkan langsung oleh Chen, Wapres Taiwan pada acara pembukaan Computex 2018  dengan harapan dapat mendorong lebih banyak peserta Computex untuk terus berprestasi ditingkat persaingan global, mengingat persaingan dan transformasi didunia teknologi digital semakin cepat dan keras, diiringi oleh disrupsi teknologi digital, virtualisasi cyber dan globalisasi. Mendorong AI, Big Data dan apresiasi kepada industri Telematika ditanah air dan regional, ABDI (Asosiasi Big Data Indonesia) juga mengajak Taitra dan US Commercial Service untuk ikut berpartisipasi pada acara DataGovAI 2018 dan E2Ecommerce Indonesia  yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 17-18 Oktober 2018.