Satelit Merah Putih Telkom Sukses Meluncur Menuju Orbit

0
181

Jakarta, KomITe- Untuk mempersatukan Indonesia dan menjaga kedaulatan Ruang Angkasa dan slot orbit Indonesia di Khatulistiwa, Satelit Telkom 4 atau satelit Merah Putih, resmi meluncur ke luar angkasa pada 7 Agustus 2018 pukul 1.18 dini hari waktu AS. Rencananya akan mengorbit pada 18 Agustus 2018.

Satelit ini meluncur di Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat, dengan roket Falcon 9 Block 5 milik SpaceX, perusahaan roket besutan Elon Musk. Roket ini memiliki tinggi 70 meter dan beratnya 580 ton dan juga roket ini terdiri dari 3 komponen, yaitu step 1, step 2, dan fairing, yang saat ini semuanya sudah utuh dalam satu kesatuan bersama satelitnya. Sementara satelit Merah Putih memiliki bobot 5,8 ton.

Telkom Indonesia juga memanfaatkan teknologi terkini dari SpaceX. Alasannya, peluncuran satelit ini menggunakan Block 5, booster terbaru untuk Falcon 9. Versi terbaru Falcon 9 ini memang ditargetkan dapat terbang bolak-balik hingga 10 kali, bahkan 100 kali. Pertama kali diperkenalkan, Block 5 didesain untuk kendaraan antariksa yang membawa manusia dan mampu digunakan berulang kali tanpa perombakan besar-besaran. Menurut Direktur Human Capital Management Telkom Hardy R. Harman, penggunaan teknologi ini menawarkan biaya yang lebih murah.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Alex J. Sinaga melalui video live streaming di Florida, AS, Selasa (7/8) mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doanya. “Kita bersyukur peluncuran satelit sudah selesai dan tinggal menunggu waktu menuju ke orbitnya,” katanya. Satelit Merah Putih yang mengorbit di slot orbit 108 derajat Bujur Timur (BT) atau di atas selat Karimata, dan direncanakan akan melayani wilayah telekomunikasi di Indonesia dan Internasional.

Diketahui,satelit Merah Putih ini telah disiapkan 28 bulan yang lalu dan melibatkan sumber daya manusia dari Telkom Indonesia untuk belajar tentang satelit. Dari sisi biayanya, proyek peluncuran satelit ini hanya menghabiskan USD 165 juta atau setara Rp 2,38 triliun (Rp 14.475/USD), sudah termasuk biaya asuransi sebesar USD 10 juta.

Satelit ini, membawa 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan. Satelit ini mengandalkan platform SSL 1300 dengan usia desain 16 tahun.

Pembangunan Satelit Merah Putih melibatkan 2 perusahaan AS, yakni SSL sebagai pabrikan pembuat satelit serta SpaceX sebagai perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit. SSL adalah manufaktur satelit yang ternama dan berhasil menuntaskan pembangunan Satelit Merah Putih lebih cepat dari jadwal. Satelit Merah Putih akan menggantikan Satelit Telkom 1 yang sudah berusia 18 tahun. Padahal satelit ini hanya memilikki durasi misi selama 15 tahun. Satelit Telkom 1 diluncurkan pada 4 Agustus 1999.

CEO SpaceX, Elon Musk, mengklaim Falcon 9 dengan pendorong Block 5 adalah roket paling andal yang pernah dibuatnya. “Misalnya kami membuat sirip (roket) – yang digunakan untuk mengarahkan roket kembali ke bumi – dari titanium supaya roket tidak terbakar dalam perjalanan pulang,” terang Musk kepada The Verge. “Mesin juga memiliki pelindung panas baru yang menjaga roket dalam suhu tinggi selama terjun melalui atmosfer. Selain itu, struktur yang menahan mesin ke bagian bawah roket sekarang menggunakan kunci bukan dilas, hal ini agar lebih mudah saat memisahkan diri.” (red)

Untuk lebih lengkapnya silahkan membaca berita tersebut di hal 14-16, di Majalah KomITE.id edisi HUT RI (Agustus-September 2018)