Virtus Showcase 2018 Bahas Intelligent Things

0
62

Jakarta, KomITe- Seiring dengan menjamurnya perangkat pintar dan semakin intensifnya penggunaan IoT oleh bisnis dan pemerintah, jumlah data yang akan diproses juga akan melonjak. Hal ini menimbulkan tantangan bagaimana kita dapat memproses dan menganalisis data dengan benar. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) dan machine learning akan membantu Internet of Things (IoT) mendapatkan hasil dan analisis data yang lebih tepat dibandingkan dengan perhitungan manusia. Interaksi perangkat dengan manusia dan lingkungan juga dapat dilakukan dengan lebih cerdas.

“Untuk itu, melalui Virtus Showcase ini, profesional bisnis yang hadir dapat belajar bagaimana mengkolaborasikan IoT dan AI untuk menghadirkan benefit sesuai dengan goal perusahaan dan bagaimana mengatasi tantangan yang hadir,” ujar Christian Atmadjaja, Direktur Virtus Technology Indonesia dalam Virtus Showcase 2018 yang bertema Uncover Opportunities in The Age of Intelligent Things di Jakarta, rabu (5/9).

Konferensi yang memasuki tahun keenam ini digelar oleh Virtus Technology Indonesia, penyedia solusi infrastruktur TI dan anak perusahaan CTIGroup, dengan fokus pada tren Intelligent Things yang merupakan hasil kolaborasi teknologi IoT dan AI untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi bisnis.

Virtus Showcase 2018 menghadirkan sejumlah pakar teknologi dan praktisi bisnis yang berbagi knowledge dan best practiceIoT dan AI serta demo solusi agar peserta mendapatkan pengalaman langsung menggunakan solusi TI terkini. Berada di jajaran pembicara utama yaitu Setiaji selaku Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City yang memaparkan mengenaiimplementasi smart city di Jakarta serta teknologi pendukungnya,dan Muhammad Kamil Yunus, Associate Consultant IDC Indonesia, terkait tren Intelligent Things dan prediksi di masa depan.

Sharing materi kemudian dilanjutkan oleh Dhany Kurniawan, Country Manager Check Point Indonesia dan Ryan Renaldy, Country Business Manager OEM Solutions and IoT Lead Dell EMC Indonesia yang menjelaskan mengenai berbagai teknologi pendukung Intelligent Things. Suasana seminar semakin hangat saat diskusi panel yang dipimpin oleh Toto Atmojo, Founder and CEO Defenxor mengupas lebih dalam terkait adopsi IoT di beberapasektor yang melibatkan kedua pembicara utama dan perwakilan dari industri digital advertising yaitu Elbert Toha, Founder and CTO of ADX Asia.

Dilanjutkan, AI dan machine learning secara otomatis dapat mengidentifikasi pola dan mendeteksi kejanggalan data yang dihasilkan oleh sensor dan perangkat pintar IoT, seperti data suhu, tekanan, kelembaban, kualitas air, getaran dan suara. Machine learning dapat bekerja lebih baik dibandingkan perangkat business intelligence tradisional dalam menganalisis data IoT, membuat prediksi operasional 20 kali lebih awal dan lebih akurat dibandingkan sistem pengawasan berbasis threshold . Teknologi AI lainnya seperti speech recognitiondan computer visiondapat membantu mengekstrak insight dari data yang biasanya memerlukan keterlibatan manusia. Kolaborasi AI dan IoT membantu perusahaan menghindari downtime, meningkatkan efisiensi operasional, menciptakan produk dan layanan baru, serta meningkatkan manajemen risiko.

“Tidak ada yang meragukan bahwa dalam satu dekade ke depan, AI akan mengubah kehidupan, serta cara orang bekerja dan melakukan bisnis. Tetapi para pemimpin bisnis dan TI harus berhenti melihat AI sebagai sesuatu yang terpisah karena fungsi AI akan menjadi bagian tak terpisahkan dari mayoritas proses bisnis,” kata Catherine Lian, Managing Director, Dell EMC.

“Berbagai disiplin AI seperti Machine Learning dan Deep Learning, adalah evolusi berikutnya dari perjalanan transformasi digital sebuah perusahaan/organisasi. Dan misi Dell EMC adalah menjadi pemimpin industri dengan menyediakan solusi AI tercanggih dan sepenuhnya terintegrasi yang akan membantu para pelanggan kami, apa pun skala perusahaan mereka, untuk bisa mulai melihat hasil bisnis yang lebih baik dan siap untuk peran AI yang akan semakin penting di masa depan,” jelas Catherine Lian, Managing Director, DellEMC Indonesia.

“Keamanan cyber dan perlindungan data perlu menjadi inti dari strategi bisnis di era Intelligent Thingssejak hari pertama di mana memiliki empat prinsip utama, yaitu: (1) penemuan perangkat dan manajemen akses untuk mengotentikasi perangkat IoT sehingga menyulitkan hacker menyusup ke dalam jaringan, (2)segmentasi jaringan cerdas untuk mengkarantina ancaman potensial dan membatasi penyebaran serangan ke jaringan lain, (3) pencegahan ancamandengan memblokir serangan apa pun sebelum masuk ke jaringan, (4) dan integritas data melalui validasi informasi antar perangkat dalam jaringan. Melalui empat prinsip yang kami tawarkan, pelaku industri tidak perlu khawatir akan risiko serangan yang dapat mengakibatkan hilangnya data berharga maupun terhambatnya project IoT pintar mereka,” ujar Dhany Kurniawan, Country Manager Check Point Indonesia.(red)