Arsinum Mobile, Solusi Air Minum Wilayah Bencana

0
61

Jakarta, KomIte- BPPT sejak awal terjadi Gempa Lombok, yakni September 2018 telah mengirimkan teknologi Pengolah Air Siap Minum atau ARSINUM yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah bencana Gempa Lombok.

Disebutkan Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Hammam Riza dalam Aksi Sosial dan Bakti Teknologi BPPT untuk Bencana Gempa di Lombok, NTB, bahwa inovasi Arsinum merupakan bukti nyata teknologi mampu berperan untuk antisipasi bencana, pun pasca bencana.

Unit Pengolah Air Siap Minum BPPT, disebutnya ada dua tipe. Satu unit fix Arsinum dipasang di Kantor Pemkab Lombok ini, serta unit lainnya adalah mobile Arsinum. Sejak 7 September 2018 imbuhnya, kedua tipe tersebut telah dioptimalkan operasinya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terpapar bencana Gempa Lombok.

“Setiap kali unit Arsinum Mobile beroperasi setidaknya ada sekitar 1000 hingga 3000 liter air bersih dan siap minum yang didistribusikan kepada 20 hingga 80 kepala keluarga. Total mencapai 65000 Liter sepanjang operasi,” papar Deputi TPSA dalam acara yang diadakan di Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu, (3/10).

Diurai oleh Hammam, Mobile Arsinum ini adalah unit Pengolah Air Siap Minum yang dipasang pada kendaraan roda 4 (empat). Untuk operasional Arsinum sendiri menggunakan tenaga surya, sehingga tidak bergantung ada tidaknya sumber listrik di wilayah bencana.

“Arsinum mobile ini dipasang pada mobil berkabin ganda (double cabin, red). Dirancang khusus untuk tangguh, sehingga dapat dengan mudah menjangkau lokasi-lokasi daerah terdampak bencana yang kesulitan sumber air bersih. Kemudian Arsinum mobile ini menggunakan tenaga surya sehingga bisa beroperasi walau tidak ada sumber listrik. Ini sangat handal,” tegasnya.

Air minum keluaran dari ARSINUM ini dijamin kualitasnya, karena telah memenuhi standar air minum berdasarkan Permenkes Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990. “Air dari Arsinum aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

Untuk itu Hammam mengharapkan agar teknologi BPPT, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk wilayah lainnya di Indonesia. Tak hanya untuk bencana gempa seperti Lombok, air bersih dan siap minum menurutnya, dibutuhkan untuk bencana di Palu dan Donggala, maupun di wilayah lain yang terdampak bencana kekeringan. “Kami butuh dukungan dari kementerian dan lembaga lain, utamanya untuk mereplikasi teknologi serupa, agar bisa diterapkan di berbagai wilayah Indonesia,” tuturnya.

Sementara Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengharapkan kehadiran BPPT ini juga mendorong realisasi untuk pembangunan Lombok bangkit.
Selain Arsinum ini, diakui bupati pihaknya membutuhkan teknologi pupuk untuk meningkatkan produktivitas petani di Lombok. “Atas nama pemerintah daerah, semoga kehadiran BPPT dapat mendorong realisasi kerjasama. Teknologi diharap mampu mempercepat pembangunan di Lombok Utara. Kami yakin betul kita butuh internalisasi agar daerah tidak tertinggal. Gempa ini bagi kami juga persoalan teknologi. Teknologi harus menjadi bagian dari kehidupan kita,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Selain dapat menyediakan air siap minum, kedua peralatan ini, dalam kondisi-kondisi yang dibutuhkan dapat dimodifikasi menjadi unit pengolah air bersih. Mobile Unit Arsinum, sesuai fungsinya telah melayani berbagai lokasi secara mobile atau bergerak dengan cepat ke lokasi yang membutuhkan. Pengoperasian unit Arsinum Mobile ini diprioritaskan di dusun-dusun daerah Lombok Utara yang memang terkena dampak gempa paling parah. Unit Mobile Arsinum sampai saat ini telah dioperasikan selama 25 hari melalui koordinasi dengan otoritas penanganan bencana setempat.

Lebih lanjut untuk Unit Fix ARSINUM yang akan dihibahkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Lombok Utara, tentu sebagai Barang Milik Negara (BMN), dalam proses penghibahan ini memerlukan mekanisme administrasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk itu pada hari ini, kami secara administrasi untuk sementara ingin menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten. Semoga sambil menunggu proses penghibahan Barang Milik Negara ini, unit ini dapat dikelola secara baik dan optimal sehingga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang terdampak musibah gempa saat ini.

“Insha Allah Unit ini akan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk dikelola secara berkelanjutan, baik saat tanggap darurat bencana maupun nanti setelah kehidupan pulih secara normal. Teknologi Pengolah Air Siap Minum atau Arsinum yang dikirim ini merupakan salah satu produk teknologi tepat guna hasil karya peneliti dan perekayasa dari Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) – BPPT yang sudah diterapkan di beberapa tempat di Indonesia,” pungkasnya.

Sedangkan bakti teknologi hasil karya peneliti BPPT berupa 1 unit alat ARSINUM (Air Siap Minum) yang harus diserah terimakan dalam bentuk BAST (Barang Serah Terima) Barang Milik Negara serta pengelolaannya oleh perangkat daerah setempat secara resmi sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Selain itu juga disampaikan pelayanan mobile arsinum bertenaga surya yang beroperasi sejak awal bulan September sampai awal Oktober 2018.

Diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban bencana alam dan tenda tersebut dapat dimanfaatkan sebagai kantor pemerintah, sekolah, tempat tinggal darurat, maupun fasilitas lainnya. (red)