BPPT dorong tumbuhnya wirausaha berbasis teknologi

0
77

Jakarta, KomIte- BPPT mendorong tumbuhnya wirausaha berbasis teknologi atau perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT), melalui proses inkubasi yang biasanya berjalan selama 3 tahun. Proses inkubasi tersebut dimulai dari menseleksi calon usaha yang akan didampingi, menyediakan sarana perkantoran, uji produksi dan sertifikasi, akses legalitas perusahaan, peningkatan kapasitas SDM melalui mentoring dan pelatihan, akses pasar dan akses pembiayaan.

Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) BPPT, Gatot Dwianto mengatakan, Balai Inkubator Teknologi BPPT sejak 2001 hingga sakarang . telah menginkubasi sebanyak 131 tenant. Dari total yang diinkubasi sebanyak 50 tenant berhasil diluluskan (graduate) dan 21 tenant sedang menjalankan proses inkubasi. Dengan presentasi keberhasilan graduate tersebut, kegiatan inkubasi teknologi dapat dikatakan telah melampaui rerata kelulusan tenant yaitu sebesar 5-10% dalam meluluskan tenant-nya.

“Tenant yang lulus bahkan sudah mampu memasuki pasar ekspor seperti spirulina ke Rusia dan inkubator bayi ke Turki. Dengan presentasi keberhasilan graduate tersebut,kegiatan Inkubasi Teknologi (45%) dapat dikatakan telah melampaui rata-rata kelulusan tenant yaitu sebesar 5-10% dalam meluluskan tenant nya,” katanya dalam Workshop inkubasi dan tenant gathering di gedung BPPT Jakarta, (4/10).

Diketahui, Workshop inkubasi dan tenant gathering ini dirancang untuk mengetahui sejauh mana bisnis-bisnis yang telah lulus program inkubasi berkembang serta bagaimana mereka bisa bertahan dan bersaing pada dunia bisnis yang sebenarnya. Selain itu dibutuhkan juga masukan untuk formulasi perbaikan proses inkubasi di masa yang akan datang. Pertemuan para pelaku bisnis pada forum ini diharapkan akan tercipta sinergi diantara mereka, dan terjalin kemitraan dengan para stake holder dan mitra pendukung inkubasi.

Lebih lanjut dikatakan Gatot, peran inkubator sangat vital dalam mensukseskan program pendirian 100 teknopark yang dimulai sejak 2015-2019. Pemerintah sampai tahun 2018 sudah mulai mendirikan 66 teknopark dan diharapkan mampu menjadi kawasan mandiri yang mensinergikan kerjasama antara akademisi, bisnis dan Pemerintah. BPPT urainya, mendapat tugas untuk mendampingi pendirian 9 Technopark di beberapa tempat. Salah satunya adalah National Science Technology Park (NSTP) BPPT di kawasan Puspiptek Tangerang Selatan.

BPPT akan terus mengembangkan NSTP melalui penguatan inkubator dengan mencoba memprakarsai investasi di beberapa binaan Balai Inkubator Teknologi. Hal ini dilakukan oleh Tsing Hua Science Park (Tus Park) yang merupakan best practice science park di dunia. Dengan Investasi 100 milyar Yuan, Tus Park mampu menghasilkan pendapatan sebesar 5000 milyar yuan pertahun dan saat ini sudah memiliki 200 cabang baik di China maupun di berbagai negara.

Lebih lanjut Kepala Balai Inkubator Teknologi, Anugerah, mengatakan kehadiran inkubator milik pemerintah seperti BIT, sangatlah penting bagi para pengusaha pemula berbasis teknologi baru untuk mendampingi mereka dari keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan bisnis, keterbatasan modal, teknologi, dan akses pada pasar. “Guna mengembangkan inkubator, maka peranan pemerintah menjadi sangat penting. Peranan pemerintah bukan saja dalam penumbuhan iklim yang kondusif bagi berkembangnya inkubator, tetapi juga dapat membantu memberikan insentif Kepada tenant dan inkubator, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang memadai,” ujarnya.

Selain pemerintah, dukungan pihak swasta dan lembaga Iptekin dalam pengembangan inkubator juga tidak kalah penting. Khususnya di kalangan universitas, lembaga litbang dan lembaga kaji terap teknologi.
“Pengembangan inkubator akan sangat strategis karena di sanalah sumber ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi yang sangat diperlukan bagi pengembangan usaha kecil,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara ini juga dipamerkan produk-produk tenant yang sedang dan telah lulus diinkubasi. Beberapa tenant telah berhasil mengembangkan bisnisnya dan produknya dimanfaatkan oleh konsumen. Beberapa mitra daerah dan perguruan tinggi yang pernah bekerja sama dalam inisiasi pendirian Pusat Inovasi atau inkubator juga diundang. Mereka antara lain: Kota Pekalongan, Kota Cimahi, Kab. Pelalawan, UNS Surakarta, Unikal Pekalongan dan Undip Semarang. (red)