Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT Kirim Bantuan ke Palu

0
59

Jakarta, KomIte- Sebagai wujud peduli BPPT terhadap bencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT lakukan operasi Survey Bakti Teknologi dan Bakti Sosial, dimulai Rabu (3/10/2018) ini hingga dua pekan ke depan.

Angkat sauh dari Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu malam, dalam survei ini, BPPT berupaya melakukan riset batimetri, serta mengirim bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Deputi TPSA kembali mengatakan bahwa opearsi ini dimotori oleh Balai Teknologi Survei Kelautan (Balai Teksurla) dengan menurunkan Kapal Riset Baruna Jaya I (KR BJ I) milik BPPT.

Kapal Riset yang beroperasi sejak 1989 ini, menurut Hammam, telah dilengkapi perangkat multibeam echosounder. Yang merupakan alat untuk menentukan profil permukaan dasar laut dan kedalaman air dengan cakupan area dasar laut yang luas.

Kapal inipun memiliki teknologi untuk mendeteksi gambaran morfologi laut Palu dan sekitarnya.Survei Batimetri sendiri dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari fenomena di bawah air pasca gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. “Multibeam echosounder yang dimiliki kapal Baruna Jaya I menjangkau kedalaman kurang lebih dari 11.000 meter yang mana belum ada kapal-kapal riset di Indonesia yang memiliki kemampuan pemetaan dasar laut dari kedalaman dangkal 20 meter hingga kedalaman tersebut,” lanjutnya.

KR Baruna Jaya I BPPT ini dikatakan Hammam juga membawa Teknologi Air Siap Minum yang ditujukan untuk menyediakan air bersih dan air siap minum kepada korban bencana. Teknologi Arsinum inipun sebelumbnya telah diterapkan untuk membantu korban bencana gempa di Lombok Utara.

“Terbukti selama pengoperasian alat tersebut sejak 9 September 2018 telah menghasilkan sekira 65.000 liter air siap minum, yang aman dikonsumsi oleh korban gempa. Bahkan teknologi Arsinum ini ada yang sifatnya mobile, dipasang pada mobil berkabin ganda, sehingga mampu menembus wilayah terdampak bencana dan menyediakan kebutuhan air bersih dan air siap minum. BPPT pun telah membawa teknologi Arsinum ini ke wilayah bencana Palu dan Donggala dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya I milik BPPT,” pungkasnya. (red)