SIBM Pertemukan Calon Mitra Usaha dengan Riset Inovasi

0
55

Jakarta, KomIte – Dalam rangka mempercepat hilirisasi hasil inovasi riset kelautan dan perikanan agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kemitraan dgn industri, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDN), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pertemuan Science and Innovation Business Matching (SIBM),

“Melalui percepatan proses hilirisasi hasil inovasi riset kelautan dan perikanan utk dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional yang bersumber dari riset dan inovasi kelautan dan perikanan, peningkatan reputasi dan pengembangan lembaga, sekaligus berkontribusi terhadap kepentingan finansial termasuk inventor “, ujar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja.

Hal senada juga dikatakan Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) Jumain Appe. Menurut dia, salah satu hasil teknologi inovasi yang sudah dikembangkan antara lain Automatic identification System (AIS) adalah transponder AIS berukuran kecil hasil penelitian ITS yang akan dilaunching pada Oktober 2018 ini. “Salahsatu temuan teknologi mini AIS dari ITS ini untuk mendeteksi kapal-kapal besar. Jadi, untuk percepat hilirisasi perikanan dan kelautan, kami beri kesempatan pada seluruh pusat riset untuk mengenakan kendaraan innovasi, ” ucap Jumain saat Science and Innovation Business Matching di Gedung Mina Bahari, KKP Jakarta, Selasa (9/10).

Pada lapis lain, Jumain berharap, SIBM dapat memperkuat jaringan kerja sama dengan dunia usaha yang berdampak pada pemanfaatan hasil inovasi tepat sasaran. Apalagi, SIBM merupakan wadah untuk mempertemukan calon mitra dunia usaha/dunia industri dengan riset inovasi. “Melalui SIBM, kami berharap dapat meningkatkan keaktifan dan peran penelitian kelautan dan perikanan di lndonesia. Kepada para peneliti saya berharap dapat terus berperan meningkatkan riset inovasi yang dibutuhkan masyarakat, sehingga mendukung percepatan hilirisasi di lndonesia,” tukasnya.

Sekedar diketahui, data Kemenristekdikti menyebutkan, tingkat pencapaian hilirisasi riset inovasi di industri di Indonesia masih sekitar 3-5 persen, terpaut jauh dengan tingkat keberhasilan China (25 persen) ataupun Amerika Serikat dan Eropa (10-15 persen). Rendahnya kesuksesan ini berkaitan dengan minimnya kerja sama antarlembaga penelitian dengan industri. Hal itulah yang melatarbelakangi digelarnya pertemuan Science and Innovation Business Matching (SIBM).

Dalam kegiatan ini, dilaksanakan penandatangan kerja sama antara unit teknis riset dengan mitra DU/DI dalam pengembangan inovasi riset yang dihasilkan, diantaranya Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara KKP dengan PT. Martha Tilaar, terkait dengan pengembangan riset dan peningkatan kesejahteran masyarakat KP serta Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara BRSDM dengan Pemkab Majene, perihal pengembangan riset dan SDM KP.

Dalam kegiatan ini turut serta dipamerkan hasil karya inovasi satuan kerja (satker) BRSDM, diantaranya yakni akuarium ikan dewa (torsoro), patin Perkasa, lele mutiara, ikan botia, ikan rainbow, magot, bahan aktif dari rumput laut, serta WAKATOBIAIS. (red)