HP Solusi Infrastruktur Jaringan Menuju Mobile-Ready Workplace

0
603

Jakarta, KomIT – Sejak tren BYOD dan IoT menjadi hal umum bagi perusahaan di Indonesia, mereka dituntut untuk memberikan pengalaman mobile yang diinginkan oleh para pekerjanya. Untuk itu, Hewlett-Packard (HP), meluncurkan berbagai solusi infrastruktur jaringan terbaru yang didesasin khusus untuk menuju Mobile-Ready Workplace guna mempercepat produktivitas bisnis-bisnis di Indonesia.

Salah satu solusinya adalah HP 5400R zl2 Switch Series v3 terbaru yang didukung oleh generasi ke-6 dari HP Networking ASIC chipset yang dibuat khusus untuk mendukung Software-defined Networking (SDN) serta memungkinkan modul ini untuk memberikan performa lebih dari empat kali lipat daripada solusi-solusi produk saingan dan latency tiga kali lebih cepat.

Modul-modul HP 5400R zl2 Switch Series v3 terbaru didukung oleh generasi ke-6 dari HP Networking ASIC chipset yang dibuat khusus untuk mendukung SDN serta memungkinkan modul ini untuk memberikan performa lebih dari empat kali lipat daripada solusi-solusi produk saingan(1) dan latency tiga kali lebih cepat(2).

Dengan didukung backplane kecepatan dua terabit per detik sehingga mampu memberikan peningkatan kebutuhan bandwidth dan performa termasuk mendukung konektivitas nirkabel berkecepatan tinggi. Unit 5400R v3 ini sangat mendukung OpenFlow dan dapat memproses hingga 24 kali lebih banyak flows dibandingkan kompetitor(3), serta memungkinkan penggunaan multi aplikasi secara bersamaan bahkan dapat disertai dengan penambahan beberapa layanan, dimana kemampuan ini belum pernah ada sebelumnya.

Dengan technologi HP Smart Rate multi gigabit, modul-modul unit 5400R v3 ini siap mendukung teknologi nirkabel selanjutnya dari access point 802.11 ac Wave 2 yang memiliki kecepatan tinggi dimana secara teoritis mampu mencapai kecepatan 6,93 GB. Teknologi HP Smart Rate menawarkan kemampuan kecepatan koneksi yang fleksibel dari 1GbE, 2.5 GbE, 5 GbE hingga 10GbE serta dapat dilengkapi dengan fitur POE+ Power over Ethernet + (kemampuan mengalirkan tegangan dan data dalam satu kabel jaringan Ethernet dengan maksimum daya 30 watt), dan tanpa mengharuskan pelanggan untuk mengganti kabel jaringan ethenet dengan kabel UTP (unshielded twisted pair) yang digunakan sekarang. (red)