Mulai Desember, Penjual Pulsa Pakai ID Khusus dari Operator

0
1534

Jakarta, KomIT – Komenterian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bersama operator seluler akan membuat ID khusus bagi penjual atau pengecer pulsa. ID tersebut nantinya digunakan secara resmi untuk meregistrasi setiap nomor baru (kartu perdana).

Dengan adanya ketentuan tersebut, maka terhitung mulai tanggal 15 Desember 2015, semua pendaftaran nomor handphone baru harus dilakukan oleh penjual pulsanya, dengan menggunakan ID resmi penjual yang dikeluarkan oleh pihak operator.

Sebelum aturan baru ini dilaksanakan, Kementerian Kominfo selama 3 bulan ke depan akan mensosialisasikan rencana tersebut, baik kepada pihak operator dan penjual pulsa.

“Nantinya para penjual pulsa akan diberi pelatihan dan diberi ID khusus untuk melakukan registrasi. Setiap penjual akan mempunyai beberapa ID sesuai perusahaan operator yang mereka jual pulsanya,” jelas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu, seperti dilansir sebuah media nasional, Rabu (23/9).

Dalam kesempatan itu, Ismail juga mengungkapkan, Kominfo juga telah melakukan pertemuan dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan operator seluler, guna membicarakan kemungkinan pemblokiran terhadap nomer telepon yang mengirimkan pesan singkat (SMS) spam.

Menurut Ismail, SMS spam—yang salah satunya diterima Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, jelas bukan berasal dari nomor SMS premium, yang biasa dikeluarkan oleh operator seluler.

SMS dengan nomor premium adalah layanan SMS kerjasama antara operator telekomunikasi dengan fixed wireless dan seluler dengan content provider. Sedangkan SMS spam tersebut berasal dari nomor operator yang bebas dijual di penjual pulsa.

Kominfo menduga pengirim sms spam tersebut tidak melakukan registrasi dengan benar. Ini karena kurangnya pengawasan terhadap proses registrasi kartu perdana baru yang dilakukan oleh pelanggan. Maka tak heran jika banyak beredar registrasi kartu perdana dengan identitas fiktif.

“Mudahnya mendapatkan nomor baru, membuat semakin maraknya kejahatan di dunia Online, khususnya kejahatan lewat SMS,” ucap Ismail.

Menurut dia, untuk mengatasi masalah SMS spam ini, Kominfo bersama BRTI dan operator seluler mencoba menanggulangi masalah ini. Pelanggan yang mendapatkan SMS spam dapat mengadu ke BRTI melalui account twitter, @aduanBRTI. Jika ditemukan adanya SMS spam, maka kominfo beserta BRTI akan memblokir nomor tersebut. (Red)