Herfini Haryono: Enterprise & Wholesale Andalan Bisnis Masa Depan Indosat Ooredoo

0
522

Jakarta, KomIT – Herfini Haryono, srikandi yang mendapatkan kepercayaan dari Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo untuk menjadi komandan Directorate Wholesale and Enterprise Indosat Ooredo memang dari awal memiliki latar belakang sebagai engineer dan wanita lapangan yang kompeten untuk mengawal Indosat Ooredoo Business. Sebagai komandan, Herfini Haryono bertanggungjawab dalam memastikan kualitas solusi ICT yang disediakan bagi pelanggan korporasi untuk melakukan transformasi digital di perusahaannya.

Era digital telah mengubah peta industri dan cara perusahaan menghadirkan layanannya. Era digital ini sangat terasa disruptif sehingga memaksa perusahaan harus mengubah dirinya menjadi lebih digital untuk dapat tetap bersaing. Namun dari sisi konsumen, era ini menghadirkan banyak inovasi yang semakin memanjakan dan memudahkan konsumen. Salah satu contoh adalah disrupsi dalam dunia perbankan di mana terjadi perubahan perilaku nasabah dari kunjungan ke kantor cabang bank untuk melakukan transaksi, kemudian berubah ke ATM, dan berubah lagi dengan adanya Fintech dan teknologi mobile. Dengan teknologi mobile dan fintech, masyarakat di daerah rural yang tidak memiliki akses sama sekali ke perbankan atau pun ATM atau disebut unbankable alias tidak memiliki akun bank dapat menggunakan ponsel sebagai wallet dan untuk transaksi keuangan.

Era digital menjadikan perusahaan mengadopsi digital dalam proses dan layanannya, sehingga perusahaan harus mempertimbangkan kontinuitas infrastruktur dan sistem komputer/IT. Perusahaan harus memastikan sistem IT tetap berjalan agar operasional bisnisnya tidak terganggu. Solusi terbaik adalah dengan meng-outsource-kan pengelolaan infrastruktur IT-nya ke penyedia data center atau cloud yang terpercaya. Indosat Ooredoo adalah salah satunya.

Sebagai bukti kehandalan layanan, 85,7 juta data pelanggan Indosat Ooredoo dan transaksinya diproses dan ditempatkan dalam Data Center yang sama dengan Data Center yang disediakan bagi pelanggan korporasi. Dengan 85,7 juta data pelanggan atau 35% penduduk RI, Indosat Ooredoo sebagai anggota ABDI (Asosiasi Big Data Indonesia) dapat memberikan layanan big data berupa data trend dan analytics yang dapat dikombinasikan dengan sosial media analytics.

Skema kemitraan layanan data center berupa private, public maupun hybrid cloud dari Indosat Ooredoo akan memudahkan perusahaan dengan model C2O, yaitu mengubah model investasi infrastruktur ICT dari Capex to Opex (C2O). Dengan model investasi C2O, UKM ataupun Enterprise tidak perlu lagiĀ  membangun data center sendiri dan menggelontorkan dana besar berupa CAPEX untuk investasi awal produk teknologi server, storage, rak server, UPS dan jaringan yang semakin cepat obsolete dan menjadi legacy karena perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Pertimbangan kemitraan layanan Data Center adalah faktor dinamika dan perkembangan bisnis yang pesat. Facebook dan Google merupakan salah satu contoh perusahaan yang berkembang sangat pesat yang memiliki pelanggan diatas 1,5 miliar dalam kurun waktu kurang dari 2 dekade, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang sangat fleksibel dan dapat berkembang pesat sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pelanggan. Dengan model C2O, penambahan atau pengurangan layanan Data Center dapat selalu disesuaikan sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan dari pelanggannya.

Bagi pelanggan korporasi, Indosat Ooredoo mengelola Data Center dan Disaster Recovery Center (DRC) yang mereplikasi Data Center utama pelanggan dengan didukung SDM yang memiliki sertifikasi global seperti CDCE (Certified Data Center Expert), CDFOM (Certified Data Center Operation Manager) dan sertifikasi lainnya. Data Center Indosat juga tersertifikasi ISO 27001 dan ISO 20001 untuk menjamin keamanan data dan informasi bisnis. Berbagai penghargaan juga telah diterima terkait layanan Data Center seperti Indonesia Cloud Provider, Indonesia Infrastructure as a Service dan Indonesia Data Center Service Provider dari Frost Sullivan; dan juga sbagai finalist di Asia Pacific Data Center Dynamic.

Kelebihan Indosat Ooredoo adalah one-stop-solution sehingga pelanggan korporasi dimudahkan untuk mendapatkan solusi terintegrasi. Solusi IT services dengan layanan Data Center, cloud, managed services dan konsultasi; layanan fixed line, layanan seluler sampai dengan satelit tersedia sebagai solusi ICT bagi pelanggan korporasi. Semua layanan ini berada dalam Direktorat Wholesale and Enterprise dengan brand-nya Indosat Ooredoo Business.
Menjadi prefered digital partner connecting business across Indonesia adalah misi besar Indosat Ooredoo Business dan untuk mencapai misi tersebut, Herfini Haryono menerapkan roadmap dan revenue stream yang jelas dan berkelanjutan. Beberapa inisiatif yang sedang dan akan dibangun dengan teknologi masa depan adalah platform IoT, Big Data, Clouds, Machine Learning dan Artificial Intelligence.

Tentang Indosat Ooredoo

Mengakhiri kinerja Perusahaan 2016, Indosat Ooredoo berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 184,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan 9,0%, dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp29,2 triliun (2016).

Pendapatan Selular Indosat Ooredoo meningkat sebesar 10,0% pada tahun 2016, utamanya disebabkan peningkatan pendapatan Data, Telepon, SMS dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi. Jumlah pelanggan selular mencapai 85,7 juta pelanggan (2016) meningkat 22.8% dari 69.7 juta (2015). Jumlah Trafik Data (TB) meningkat 147.1% menjadi 491.7 TB (2016) dari 199.05 TB (2015), sedangkan jumlah trafik SMS menurun menjadi 200 juta dari 238 juta atau menurun 15.8%, sebagai fenomena transformasi dari perusahaan telekomunikasi (suara) menjadi perusahaan teknologi data.
Divisi consumer/retail dengan produk IM3 yang telah go digital masih menjadi andalan utama revenue Indosat Ooredoo, namun Directorate Wholesale and Enterprise walau dengan kontribusi 20% dari total revenue Indosat Ooredoo terus menunjukkan peningkatan dan diharapkan akan menjadi primadona di masa depan dalam era disrupsi ekonomi, ujar Herfini Haryono, Director and Chief Wholesale and Enterprise kepada Komite.id di kantor Indosat Ooredoo. *(Red)