Ketua APJII Harapkan Pelaku Industri Hospitality Manfaatkan Internet

0
140

Jakarta, KomITe – Kemajuan teknologi internet makin memudahkan kehidupan. Tidak hanya untuk berbagi informasi, internet juga mulai digunakan untuk keperluan berbagai industri. Mesin-mesin industri mulai terkoneksi internet, atau akrab disebut Internet of Thing (IoT). Dengan teknologi tersebut, setiap barang yang kamu miliki nantinya bisa terhubung dengan internet, sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan smartphone atau bahkan dengan perintah suara.

Kini, industri hospitality seperti perhotelan pun mulai akrab dengan internet untuk memudahkan proses kerja para pekerja nya dan juga proses mendapatkan pelanggan. Pada tahun 2017, diperkirakan akan ada 1,5 miliar perangkat baru yang terhubung dengan internet. Jumlah tersebut bahkan disebut-sebut akan meningkat hingga mencapai dua puluh miliar perangkat di tahun 2020. Sebagian perangkat itu adalah perangkat di industri hospitality.

Hal itu perlu mendapat respons positif, apalagi, pengguna internet Indonesia ternyata menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Menurut survey APJII 2016, Pengguna Internet Indonesia telah mencapai 132 juta, dimana hampir 80 persen pengguna internet Indonesia adalah generasi muda. Gelombang generasi milenial tidak bisa dipungkiri menjadi ujung tombak penetrasi internet di Indonesia.

Suburnya pengguna internet Indonesia ini harus menjadi peluang dan bukan ancaman bagi industry lokal Indonesia, khususnya industry lokal hospitality. “Kami berharap para pelaku industri hospitality memanfaatkan kecanggihan teknologi berbasis Internet ini,” demikian sambutan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza saat pembukaan  Pameran Indonesia Internet Expo and Summit (IIXS) 2017 yang  mengambil tema  menghubungkan industri internet dengan industri hospitality (Internet Based Service in Hospitality Market) The Hotel Week Indonesia 2017 yang digelar di Jakarta Convention Center, Kamis (23/11).

Jamal  menjelaskan,  buah hasil atas diselenggarakannya IIXS yang bersinergi dengan Industri adalah diantaranya kesempatan kerjasama lintas industri. Salah satu tugas APJII adalah untuk memperluas kesempatan berusaha dan berkembang bagi seluruh anggota kami baik yang besar maupun yang kecil yang keseluruhannya berjumlah 400 tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan penyelenggaraan IIXS yang mengkaitkan ke industri terkait lainnya, maka kerjasama antar asosiasi juga lebih dimungkinkan sehingga akan memberikan kesempatan usaha yang lebih luas bagi anggota masing-masing asosiasi, khususnya bagi setiap anggota APJII. Di sisi lain, kami mengharapkan bahwa dalam IIXS ini, Industri Hospitality juga dapat mendapatkan update teknologi dan layanan, sehingga dapat memanfaat kan Internet dengan baik dan memberikan dampak positif.

Diketahui, CNG Media & Events sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pameran dan konferensi berbasis business-to-bussiness (B2B) menggelar acara “The Hotel Week Indonesia”. Acara ini merupakan ajang konferensi dan ekshibisi dengan fokus di bidang hotel dan pariwisata. Ajang ini didukung oleh dua asosiasi besar, yaitu Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan APJII.

“The Hotel Week Indonesia” diselenggarakan pada tanggal 23-25 November 2017. Selain ekshibisi, di ajang ini juga terdapat forum diskusi yang akan dihadiri oleh para CEO, direktur, general manager, pemilik, dan manajemen dari berbagai hotel. Ekshibitor berasal dari industri pendukung perhotelan, seperti hotel investment, teknologi perhotelan, hotel design, hotel solution, dan interior eco-tech.

Gelaran  rangkaian acara diskusi yang menarik, yakni CEO Hospitality Forum yang mengangkat empat tema besar, yaitu: Perkembangan Terkini Industri Hospitaliti, Tantangan Berinvestasi dan Disrupsi Digital, Disrupsi Digital di Industri Perhotelan dan Hospitaliti, Trend Investasi di Industri Hospitaliti, dan Apakah Moratorium Izin Hotel Baru Merupakan Solusi dari Tantangan Over Supply di Industri Perhotelan? (red)