GDN (Blibli) Umumkan Investasi di GO-JEK

0
310

Jakarta, KomiTE- Perusahaan modal ventura milik Djarum, yaitu Global Digital Prima (GDP) melalui anak usahanya PT Global Digital Niaga (GDN) secara resmi mengumumkan investasi di GO-JEK, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terdepan di Indonesia. Sayangnya pihak GDN tidak mengungkap nilai investasi yang dikucurkan untuk Go-Jek. Tapi, yang pasti mereka ikut bergabung dalam putaran pendanaan yang sama dengan Google dan Astra International.

GDN menilai GO-JEK memiliki kemampuan menghadirkan layanan applicable online solution yang inovatif, jangkauan konsumen yang luas, dan secara konsisten menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang kemudian menjadikan GDN melihat investasi yang dilakukan terhadap GO-JEK merupakan sebuah langkah yang tepat.

CEO Blibli, Kusumo Martanto mengatakan, ada banyak kesamaan antara GDN (Blibli) dan Go-Jek yang bisa dikolaborasikan dalam hal membuka akses yang semakin luas bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi digital, pengembangan jasa logistik, merchandising, dan tak menutup kemungkinan untuk jangka panjang pihaknya akan melakukan pengembangan teknologi ataupun pembangunan produk bersama.

Kusumo menambahkan, pihaknya berharap kolaborasi dan sinergi yang terjalin dengan GO-JEK dapat membawa kedua perusahaan mampu membangun ekosistem digital semakin besar. “GDN berharap kolaborasi dan sinergi yang terjadi dapat membawa kedua perusahaan menjadi Local Champions yang maju dalam membangun ekosistem digital jadi makin besar, lebih sehat dan terintegrasi serta menjadi wadah bagi para top talent di Indonesia untuk dapat semakin berkembang,” ujar Kusumo dalam acara penandatanganan kolaborasi strategis di Jakarta, (12/2).

Sementara itu, Chief Executive Officer dan Founder GO-JEK Nadiem Makarim menyatakan, GDN dan GO-JEK memiliki visi yang sama-sama Indonesia mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. “Sebagai sesama pemain lokal di sektor teknologi konsumer, GDN dan GO-JEK memiliki visi yang sama untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami akan menjajaki berbagai peluang kemitraan termasuk dengan lini usaha e-commerce dari GDN yaitu Blibli.com, dan dengan anak usaha atau afiliasi lainnya dari grup GDN.” kata Nadiem.

Kedua perusahaan percaya bahwa teknologi dapat menjadi kunci pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan pertumbuhan pesat online marketplace di Indonesia, teknologi memiliki peranan penting, dimana para pemain terdepan di sektor ekonomi digital seperti GOJEK dan Blibli.com dapat saling berkolaborasi untuk terus berkontribusi dalam peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor UMKM.

Lebih lanjut ketika ditanyakan mengenai rencana Go-Jek untuk membawa keluar layanan pembayaran digitalnya Go-Pay dari ekosistem aplikasi Go-Jek. Nadiem Makarim, memastikan bahwa Go-Pay bakal tetap ada di dalam aplikasi dan tak dipisahkan, hanya fungsinya diperluas. “Saya tidak memisahkan Go-Pay dari Go-Jek. Tapi, Go-Pay akan keluar dari Go-Jek. Tidak ada rencana memisahkan. Secara metafora Go-Pay keluar dari Go-Jek, tapi artinya dari kata keluar itu adalah agar bisa diterima untuk transaksi di luar aplikasi,” kata Nadiem.

Di pihak lain, Presiden dan Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo menyatakan, GDN merupakan salah satu investor terbesar dalam konsorsium yang juga melibatkan 24 perusahaan, termasuk Alphabet (induk Google), Temasek, hingga Astra. Total pendanaan pada putaran tersebut konon mencapai US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 20 triliun). “Finance racing total tidak bisa dipublikasikan,” kata dia seraya menambahkan, dana yang masuk akan digunakan untuk ekspansi agar Go-Jek menjangkau lebih banyak kota di Indonesia.

Sebelumnya, Astra sendiri baru saja mengumumkan pendanaan  untuk Go-Jek, yang nilainya mencapai 150 juta dolar AS atau sekitar lebih dari Rp 2 triliun. Angka ini membuat Astra menjadi investor lokal terbesar di Go-Jek. Prijono Sugiarto (Presiden Direktur Astra Internasional Tbk) mengatakan ini adalah investasi terbesar kami di era digital sebesar USD150 juta. Alasan Astra tertarik untuk berinvestasi di Go-Jek karena Go-Jek memiliki masa depan yang baik. Apalagi, Go-Jek masuk dalam daftar 56 perusahaan yang memberikan perubahan besar di dunia.

“Di antara Apple, Microsoft, Google tapi Go-Jek masuk. Dia satu-satunya dari Indonesia bahkan dari Asia Tenggara,” ucapnya. Selain itu, Prijono mengatakan bisnis Astra dan Go-Jek saling terhubung karena sama-sama bergerak di bidang transportasi, distribusi kendaraan bermotor, leasing, asuransi hingga servis kendaraan dengan Go-Jek yang memiliki banyak jaringan transportasi online. (red)